Tuesday, 30 April 2013

Malaria, penyakit yang paling ditakuti seorang ibu


Eta (6 tahun) dan ibunya, Deborah
© UNICEF Indonesia / 2013 / Rob Patmore
Tidak ada perasaan yang lebih sedih bagi seorang ibu daripada berpikir bahwa ia akan kehilangan anaknya.  Namun, di Sumba, salah satu pulau di Indonesia di Nusa Tenggara Timur, terlalu banyak ibu telah menyaksikan anak-anak mereka meninggal  dunia akibat malaria. Malaria terinfeksi melalui gigitan nyamuk yang endemik di pulau Sumba.

Deborah mengerti perasaan ini. Putrinya, Eta, pernah mengalami demam tinggi sampai ia gemetar. "Saya pikir dia akan mati," Deborah ingat bagaimana takutnya ia malam itu.

Eta dibawa ke Puskesmas terdekat dan diambil darahnya untuk di tes. Hasil tes menyatakan ia terkena malaria, dan salah satu jenis yang paling berbahaya.

Monday, 15 April 2013

Bebas malaria juga akan menguntungkan industri pariwisata

"Saya sangat paham tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan malaria", ucap Pak Thamrin Wata, seorang pejabat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di Provinsi Sulawesi Selatan. "Pengetahuan tentang penyakit ini sangat penting untuk pekerjaan saya, karena kita harus melindungi daerah wisata dari malaria agar lebih menarik bagi wisatawan. Sebelum saya bergabung dengan POKJA (kelompok kerja) malaria ini, saya pikir pariwisata hanya bersangkutan dengan penyakit menular seksual dan infeksi HIV. Tapi sekarang saya sadar bahwa malaria juga berperan."

Seorang bayi tidur di bawah kelambu di kabupaten Selayar
© UNICEF Indonesia / 2012 / Asri
Pak Thamrin Wata telah bekerja di Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan sejak tahun 1990. Selama ini, ia tidak pernah menerima informasi yang jelas tentang malaria sehingga ia tidak menganggap malaria penyakit serius yang perlu ditakuti.

Pada bulan Oktober 2012, Pak Thamrin Wata menghadiri lokakarya tentang malaria di Makassar, yang disponsori oleh UNICEF bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam lokakarya ini ia belajar bahwa malaria adalah penyakit yang berbahaya, terutama bagi anak-anak dan wanita hamil, jika tidak dikelola dengan benar oleh petugas kesehatan. Ini juga merupakan masalah untuk tempat-tempat tujuan wisata, karena wisatawan, terutama dari luar negri, takut terinfeksi malaria dan lebih memilih untuk bepergian ke daerah-daerah yang bebas dari malaria. Karena hal ini berkaitan secara langsung dengan pekerjaannya di Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan, Pak Thamrin Wata memutuskan untuk menjadi anggota POKJA malaria.