Tuesday, 24 September 2013

Kisah Si Kecil Neni

By Dorian Druelle, UNICEF France

Neni (tengah) tersenyum bersama teman-teman sekelasnya karena ia sudah tidak pernah lagi terkena gejala diare
©UNICEF Indonesia/2013/Druelle

Neni adalah seorang anak perempuan berusia 10 tahun, namun ia terlihat seperti berusia 7 atau 8 tahun. Tubuhnya yang pendek dibandingkan anak-anak seusianya merujuk pada kondisi stunting (pendek menurut usia) akibat gizi buruk yang dialami oleh sebagian anak-anak balita di daerahnya dan sepertiga anak-anak di Indonesia. Namun bertentangan dengan kondisi fisiknya, Neni terlihat bersinar dengan senyumnya yang lebar dan mata yang memancarkan semangat.


Tuesday, 17 September 2013

Semakin banyak anak bertahan hidup melewati usia lima tahun

Menyelamatkan nyawa anak-anak akan menguntungkan seluruh masyarakat

By Angela Kearney, UNICEF Representative Indonesia

Kesempatan untuk menghentikan kematian anak yang dapat dicegah belum pernah sebesar yang kita miliki saat ini.

Berkat solusi-solusi yang telah teruji serta upaya-upaya di tingkat nasional dan global, nyawa 90 juta anak di dunia telah terselamatkan dalam 22 tahun terakhir; nyawa yang seharusnya hilang jika tingkat kematian anak tidak berubah sejak tahun 1990.

Jumlah anak yang meninggal pada tahun 2012 telah berkurang separuh dibandingkan pada tahun 1990, dengan menurunnya angka tahunan kematian balita dari 12,6 juta pada tahun 1990 menjadi 6,6 juta pada tahun 2012.

Indonesia pun telah mengalami kemajuan yang berarti. Pada tahun 1990 sekitar 385.000 anak balita meninggal, sedangkan kini angka tersebut telah menurun jadi 152.000. Meskipun ini adalah berita yang baik, kita juga perlu mengingat bahwa masih ada lebih dari 400 anak di Indonesia yang meninggal setiap harinya. Kita juga harus sadar bahwa meskipun tingkat kematian anak telah menurun dengan impresif, data terbaru menunjukkan bahwa penurunan ini telah melambat antara 5 hingga 10 tahun yang lalu.

Monday, 9 September 2013

Proyek SMS meningkatkan kompetensi bidan di Indonesia

Pesan Info Bidan yang pertama kali disiarkan, mengenai jarak kelahiran dan risiko dari tidak melakukannya. Lombok, 18 Juli 2012.

Jakarta, September 2013 - Bidan berada di garis depan pelayanan kesehatan di Indonesia dan mereka memainkan peran penting dalam mengkomunikasikan pesan-pesan kunci tentang kehamilan, persalinan dan kesehatan anak kepada ibu hamil dan keluarga mereka. Namun, banyak bidan yang kurang cukup terlatih dan tidak memiliki pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk memberikan penyuluhan berkualitas, terutama di daerah pedesaan dan terpencil.

Melalui proyek percontohan berbasis SMS yang disebut Info Bidan, UNICEF terlibat dalam cara-cara inovatif untuk memperkuat kapasitas bidan di daerah pedesaan. Hasilnya positif dan UNICEF kini tengah berdiskusi dengan Departemen Kesehatan dan mitra lainnya tentang cara terbaik untuk memperkenalkan model tersebut sebagai alat pelatihan untuk semua 100.000 bidan di Indonesia.