Tuesday, 25 March 2014

Indonesia: Kesembuhan seorang anak dan kemenangan sebuah pulau dari malaria

Oleh Nuraini Razak

Sebuah pulau yang pernah tercatat memiliki jumlah kasus malaria tertinggi, telah berhasil memberantas semua kasus malaria lokal, yang merupakan salah satu penyebab utama kematian di kalangan anak-anak balita.


SABANG, Indonesia , 19 Maret 2014 - Saat demam Adelia tidak kunjung turun , ia ternyata positif terkena salah satu jenis malaria paling umum, yaitu parasite malaria vivax.  Saat itu tahun 2011, berkat pengobatan yang segera dan efektif, Adelia, yang kini berusia 9 tahun, berhasil sembuh. Tapi banyak orang lain yang tidak beruntung.

"Di pulau Sabang, pada dasarnya hampir setiap orang pernah terkena malaria pada satu titik dalam hidup mereka. Kami sangat terbiasa dengan hal itu," ujar Rahmawati, ibu dari Adelia. "Tapi ketika itu terjadi pada salah satu dari anak-anak kita sendiri, saya sangat khawatir."

"Pada tahun 2008, kami mulai bekerja dengan UNICEF untuk memberantas malaria," kata Dr Titik Yuniarti, Kepala Pengendalian Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Sabang. "Dan hari ini, kita bisa mengklaim bahwa kita tidak lagi memiliki kasus malaria lokal disini."

Dulu di Batee Shok, desa dimana Adelia dan keluarganya tinggal, pernah memecahkan rekor karena memiliki jumlah kasus malaria yang tertinggi pada suatu desa di Sabang.