Monday, 30 June 2014

Meningkatkan sanitasi - Mencetak masa depan yang sehat bagi Alor

Oleh Sarah Grainger

Keluarga Ani bersama ahli sanitasi Tristiana Dewi (kanan) di depan toilet baru mereka.
© UNICEF Indonesia/2014/Sarah Grainger

ADANG, Provinsi NTT, Indonesia, April 2014 - Ini adalah minggu yang penting bagi keluarga Ani dari Desa Adang di pulau Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiga hari yang lalu mereka akhirnya selesai membangun toilet baru mereka.

Jamban ini terletak di belakang rumah mereka yang terbuat dari bata dan kayu, dikelilingi oleh pohon pisang dan semak belukar. Toilet ini juga terlindung dari pandangan oleh struktur sederhana yang terbuat dari tiang kayu dan terpal plastik. Namun kakus ini termasuk yang paling mutakhir di desa.

Wednesday, 25 June 2014

Mengantarkan Layanan Kesehatan untuk Ibu Hamil di Papua

Oleh Andy Brown, Communication Specialist UNICEF East Asia and Pacific

Neli bersama kedua anaknya.
© UNICEF Indonesia/2014/Andy Brown

JAYAWIJAYA, Indonesia, Juni 2014 - Neli Kogoya, 23 tahun, duduk di lantai rumah yang ia tinggali bersama dua keluarga lainnya. Dia membuai bayinya yang baru berusia dua minggu di pangkuannya, sementara seorang perawat memeriksa tekanan darahnya.

Rumah ini berada di desa Sapalek di Jayawijaya, daerah pegunungan terpencil di Papua. Neli bekerja di bidang katering, sementara suaminya tengah berkuliah. Dia memiliki dua anak - seorang anak perempuan bernama Yosiana yang usianya hampir dua tahun, dan bayi laki-laki bernama Eliup, yang lahir dua minggu lalu.

Friday, 20 June 2014

Anak-anak Makassar Angkat Bicara Tentang Kekerasan


Oleh Lauren Rumble, Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia

Michelin, 17 tahun, adalah ketua Forum Anak di Makassar. Saya bertemu dengannya pada bulan Mei yang lalu ketika mengunjungi Makassar untuk pertama kalinya, bersama dengan para anggota Forum lainnya, dan saya bertanya pendapat mereka tentang kekerasan terhadap anak di kota tersebut.

Dia percaya bahwa kekerasan terhadap anak, khususnya perdagangan anak dan kekerasan seksual terhadap mereka yang hidup dan bekerja di jalanan menjadi kekhawatiran utama bagi anak-anak Makassar.

"Upaya-upaya untuk memecahkan masalah ini masih belum cukup," katanya.

Monday, 16 June 2014

Ferry Salim: "Anak Indonesia Harapan Bangsa"



JAKARTA, Juni 2014 - Pada tahun ini, Ferry Salim telah menjadi Duta Nasional UNICEF Indonesia selama 10 tahun. Simak pesan-pesan dari pengalamannya selama berkarya dengan UNICEF :)

Peringatan 10 Tahun Ferry Salim Sebagai Duta UNICEF Indonesia

Oleh: Sarah Grainger

Ferry Salim ketika mengunjungi Aceh bersama UNICEF pada tahun 2012.
© UNICEF Indonesia/2012

JAKARTA, Juni 2014 – Aktor, model dan pengusaha Ferry Salim memperingati ulang tahun ke-10nya sebagai Duta Nasional UNICEF Indonesia.

UNICEF mendekati Ferry pada bulan Juni 2004, dan menanyakan apakah ia berkenan untuk mengadvokasikan hak-hak anak.

Sebagai seorang bapak dari tiga anak, ia langsung menyetujuinya.

Enam bulan kemudian, tsunami Samudra Hindia menghantam Sumatra Utara dan Thailand, Sri Lanka, India, serta banyak negara lainnya, memakan sekitar 230.000 korban jiwa.

Wednesday, 11 June 2014

Galeri Foto: Olahraga untuk Perkembangan

Monday, 9 June 2014

Memberikan awal hidup yang bergizi untuk bayi di Klaten

Desa Pandes, Jawa Tengah, Mei 2014 - Sebagai kepala bagian penggalangan dana dan kemitraan swasta UNICEF Indonesia, saya menghabiskan banyak waktu saya di kantor – baik di meja saya, dalam rapat ataupun di telepon. Namun pada awal Mei, saya menemukan diri saya bersila di lantai sebuah rumah bambu di desa Pandes, Jawa Tengah, menyaksikan sekelompok ibu hamil bermain permainan memancing.

Saya datang dengan beberapa rekan untuk melihat salah satu program UNICEF dalam aksi. Bersama Pemerintah Indonesia, kami telah membantu perlatihan bidan setempat dan beberapa relawan, atau dikenal sebagai kader, untuk mengajarkan perempuan tentang nutrisi yang baik selama kehamilan dan setelah bayi mereka lahir. Para kader juga bekerja sama dengan ayah dan anggota masyarakat senior supaya mereka bisa mendukung para ibu baru.

Saturday, 7 June 2014

Kekerasan terhadap Anak Dapat terjadi Pada Siapapun

Oleh: Ali Aulia Ramly, Child Protection Specialist UNICEF Indonesia 

Minggu lalu di hadapan lebih dari 100 akademisi, pejabat pemerintah, politisi dan ahli dari berbagai negara, seorang perempuan – yang adalah seorang profesional yang memegang posisi penting – yang menjadi pembicara, mengakhiri presentasinya dengan menyampaikan bahwa ketika kecil ia mengalami kekerasan seksual.

Saya, dan setiap orang di ruangan pertemuan, terkejut menyadari bahwa salah satu dari kami pernah mengalami kekerasan seksual dan mendengar langsung penuturan tersebut dihadapan kolega-kolega kami.

Kami semua, ahli dan praktisi dalam bidang perlindungan anak, hadir dalam pertemuan tiga hari bertajuk ‘Pertemuan Global tentang Kekerasan terhadap Anak: Dari Riset ke Tindakan, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak’ di Ezulwini, Swaziland. Tapi kami tidak pernah menyangka bahwa salah satu dari kami adalah korban kekerasan yang terjadi di masa kanak-kanak.