Tuesday, 7 July 2015

Dukungan melawan bullying

Tim We Are Siblings menggunakan cara-cara yang inovatif pada lokakarya anti-bullying yang mereka selenggarakan. ©UNICEF Indonesia/2015/Vania Santoso

Secara mengejutkan 50 persen dari siswa berusia 13-15 tahun di Indonesia melaporkan bahwa mereka pernah menjadi korban bullying di sekolah. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Anak-anak ini dapat mengalami bekas luka emosional yang dalam seumur hidupnya. Hal ini mendorong sekelompok mahasiswa untuk memutuskan bahwa sudah saatnya untuk bertindak.

Tahun lalu, lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengikuti kompetisi Desain Global untuk Tantangan UNICEF dengan kegiatan yang difokuskan untuk mengatasi bullying di Indonesia. Kompetisi ini mengundang anak-anak muda di seluruh dunia untuk mengatasi isu-isu lokal yang mendesak dengan memberikan solusi yang inovatif.

Para mahasiswa ini memiliki nasib yang sangat mirip dekat dengan subjek mereka. Salah satu anggota tim Aldila Setiawati pernah mengalami bullying yang parah semasa bersekolah. "Untungnya saya memiliki keluarga yang mendukung saya. Namun saya sering berpikir, bagaimana dengan anak-anak yang tidak mendapat dukungan?" ujarnya.