Thursday, 22 October 2015

Krisis Gizi Kurang di NTT

Lukas menghadapi masa depan yang tidak pasti. ©RayendraThayeb/ACF

Lukas adalah anak usia dua tahun dari desa Oebola Dalam di NTT.  Anak ini berjuang untuk bermain, berjalan dan bahkan kadang-kadang berdiri. Lukas sangat lemah dan nampak kurus.

Seorang petugas kesehatan baru-baru ini mengukur lingkar lengan atas Lukas yang hanya 10,8 cm. Kenyataan ini menunjukkan bahwa ia menderita kekurangan gizi sangat kurus. Lukas sangat rentan terhadap penyakit dan bahkan kematian.

Ayah Lukas menjelaskan kondisi ekonomi keluarganya: "Kami hanya menanam dan menjual hasil dari kebun kami yang kecil. Dari hasil ini, kami memperoleh pendapatan kira-kira Rp 200.000 setiap bulan," katanya. "Oleh karena itu, saya hanya bisa memberikan makan dua kali sehari untuk keluarga saya."

Monday, 19 October 2015

Telpon genggam yang menyelamatkan kehidupan


Bidan Maena Nhur Desita memberikan vaksin. ©UNICEF Indonesia/2015

Kedoya Utara merupakan salah satu daerah miskin di Jakarta. Kedoya Utara berada di antara sederetan megamall dan gedung pencakar langit sehingga daerah ini harus berjuang dengan kondisi hidup seadanya, saluran air yang kotor dan listrik yang tidak memadai.

Salah satu yang menjadi perhatian khusus di Kedoya Utara adalah tingkat imunisasi anak-anak yang sangat rendah. Hal ini menyebabkan mereka beresiko menderita penyakit yang mengancam jiwa seperti campak dan difteri.

"Terjadi kesenjangan ketidakadilan di Jakarta dan seluruh Indonesia. Anak dari keluarga miskin, terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah kumuh, tidak terjangkau secara tetap untuk menerima dosis vaksinasi lengkap," kata Spesialis Kesehatan UNICEF Indonesia Dr. Kenny Peetosutan.