Wednesday, 20 December 2017

Obat Gizi untuk Ulang Tahun Pertama Julriska

Oleh: Dinda Veska – PSFR Communication Officer


Julriska (1) Berhasil melewati masa kritisnya akibat kondisi sangat kurus.
@Dinda Veska/UNICEF Indonesia/2017

Beberapa minggu sebelum hari ulang tahun pertamanya, Julriska mengalami demam disertai dengan gatal-gatal di badan dan juga kehilangan nafsu makan. Ketika diperiksakan ke Puskesmas Oelbiteno, Kupang – Nusa Tenggara Timur, dinyatakan oleh petugas kesehatan bahwa Julriska mengalami kondisi sangat kurus, saat itu berat badannya hanya mencapai 7,1 Kg.

Kondisi sangat kurus rentan terjadi pada dua tahun pertama kehidupan seorang anak. Di usia tersebut kebutuhan gizi sedang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang dan sistem imunitas anak-anak seperti Julriska.

“Saya sangat sedih ketika dijelaskan oleh bidan tentang sakitnya Julriska.” Ungkap Ibu Vonita sambil menyuapi Obat Gizi yang berbentuk pasta kacang kepada anak perempuannya.


Julriska (1) bersama Ayah dan Ibunya. @Dinda Veska/UNICEF Indonesia/2017

Julriska berhasil melewati masa-masa kritisnya dalam memulihkan kesehatan karena terus dipantau dan diberikan Obat Gizi oleh orang tuanya di rumah. Kini ia juga rutin dibawa ke fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisitnya tetap sehat, serta berat badannya terus stabil.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah balita sangat kurus ke-4 tertinggi di dunia. Provinsi Nusa Tenggara Timur, juga desa di mana Julriska lahir dan bertumbuh kembang masuk ke dalam kategori kritis dengan presentase anak sangat kurus diatas 15%.

Ketika seorang anak seperti Julriska dinyatakan mengalami kondisi sangat kurus, ia harus segera mendapat penanganan dari petugas kesehatan. Sebelumnya Indonesia hanya memiliki penanganan rawat inap untuk balita-balita penderita sangat kurus. Dengan cara tersebut perawatan sering kali terputus karena banyak orang tua mengalami kendala waktu untuk menemani anaknya terus menerus di rumah sakit. Ditambah lagi ketersediaan rawat inap di rumah sakit juga terbatas.

UNICEF Indonesia mengupayakan sebuah program Penanganan Gizi Buruk Berbasis Masyarakat. Di mana setiap anak yang terdeteksi sangat kurus bisa tetap mendapatkan perawatan di rumah, seperti Julriska yang setiap harinya mendapatkan Obat Gizi sesuai dosis yang diperlukan untuk memulihkan kondisi tubuhnya.


Julriska (1) merayakan ulang tahun pertama bersama Ayah dan Ibunya.
@Dinda Veska/UNICEF Indonesia/2017

“Saya ingin tidak kurus lagi, berat badannya terus naik. Nanti kalau sudah besar semoga ia bisa menjadi bidan di sini.” Ucap Ibu Vonita.

Keberhasilan tersebut tentu juga diharapkan oleh banyak orang tua lainnya di Indonesia. UNICEF Indonesia bersama pemerintah dapat terus menjangkau anak-anak lainnya dengan dukungan dari semua pihak termasuk para donatur dan Pendekar Anak Indonesia. Tanpa bantuan dari banyak pihak, Julriska dan ratusan anak lainnya belum tentu dapat melewati masa-masa kritis mereka.

Terhitung sejak bulan November 2015, UNICEF Indonesia bersama dengan Action Against Hunger dan pemerintah Kabupaten Kupang telah menangani  585 balita sangat kurus di Kabupaten Kupang dimana lebih dari setengah anak-anak tersebut telah berhasil disembuhkan. Ibu dan Bapak dari Julriska berharap anaknya terus tumbuh sehat dan kelak bisa menjadi seseorang yang bermanfaat untuk desa mereka.